Fungsi Irr Microsoft Excel
Monday, September 17, 2018
Edit
Fungsi Irr digunakan untuk menghasilkan tingkat pengembalian internal untuk serangkaian arus kas yang dinyatakan oleh angka-angka dalam nilai. Arus kas tidak harus sama, karena akan menjadi sama dengan sendirinya dalam satu anuitas. Walaunpun demikian, arus kas harus terjadi secara berkala seperti bulanan dan tahunan. Tingkat pengembalian internal adalah tingkat suku bunga yang diterima untuk investasi yang terdiri dari pembayaran dan pendapatan yang terjadi pada periode reguler (berkala).
Sintak:
=IRR(values, [guess])
Sintak fungsi irr mempunyai argumen sebagai berikut.
Sintak:
=IRR(values, [guess])
Sintak fungsi irr mempunyai argumen sebagai berikut.
Sintak
|
Fungsi
|
Values
|
Diperlukan,
array atau referensi sel yang berisi angka yang ingin Anda pakai untuk
menghitung tingkat pengembalian internal.
|
Guess
|
Opsional,
angka yang Anda perkirakan mendekati hasi fungsi irr.
|
Keterangan:
Ø Argumen values harus berisi setidaknya satu nilai positif dan satu nilai negatif untuk menghitung laba atas investasi.
Ø Fungsi irr menggunakan urutan nilai untuk menterjemahkan urutan arus kas. Pastikan Anda memasukkan nilai pembayaran dan pendapatan dalam urutan yang Anda inginkan.
Ø Jika sebuah argumen array atau referensi sel berisi teks, nilai logika, atau sel kosong, maka nilai-nilai tersebut diabaikan.
Ø Excel menggunakan teknik yang berulang untuk menghitung fungsi irr. Dimulai dengan perkiraan hingga berputar di dalam perhitungan sampai hasilnya akurat dalam 0.00001 persen. Jika fungsi irr tidak bisa menemukan hasil dalam hitungan 20 percobaan, maka fungsi irr akan menghasilkan nilai kesalahan #NUM!.
Ø Sebenarnya Anda tidak perlu memberikan nilai dalam argumen guess. Jika argumen tersebut dikosongkan, maka akan diasumsikan menjadi 0,1 (10 persen).
Yuk kita akan melihat bagaimana penggunaan fungsi irr di dalam excel sebagai berikut.
| Fungsi irr |
Related Posts
